Berbagi bersama itu menyenangkan

Selasa, 06 September 2016

Review 1 : Jaringan Komputer

Rizky Sanosa
1504505092
Universitas Udayana/Teknik/Teknologi Informasi
Manajemen Jaringan dan Server (C)
Putu Agus Eka Pratama, ST., MT



Pengertian Jaringan Komputer
     
Terdapat banyak definisi oleh para ahli mengenai jaringan komputer. Dalam artikel ini menggunakan referensi utama dari buku karya Forouzan. Sehingga definisi jaringan komputer disepakati sesuai dengan definisi dari Forouzan. Menurut Forouzan di dalam bukunya yang berjudul Computer Network A Top Down Approach, disebutkan bahwa jaringan komputer adalah hubungan dari sejumlah perangkat yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain (a network is a interconnection of a set of devices capable of communication). Perangkat yang dimaksud pada definisi ini mencakup semua jenis penrangkat komputer (komputer desktop, komputer jinjing, smartphone, PC tablet) dan perangkat penghubung(router, switch, modem,hub).



Syarat Sebuah Jaringan Komputer

Berdasarkan definisi mengenai jaringan komputer, maka untuk dapat disebut sebagai sebuah jaringan komputer, terdapat empat buah syarat yang harus dipenuhi. Keempat syarat tersebut yaitu :
1. Minimal terdapat 2 buah perangkat/komputer yang terhubung. Hubungan inidapat menggunakan sarana kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).
2. Terdapat pengguna di dalamnya yang berinteraksi dengan pengguna lainnya maupun terhadap layanan dan penyedia layanan.
3. Terdapat data yang dipertukarkan di dalamnya. selain data juga terdapat konten (teks,multimedia) maupun informasi (hasil pengolahan data).
4. Terdapat pemakaian secara bersama-sama (sharing) terhadap perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).



Tujuan Membangun Jaringan Komputer

Tujuan dibangunya suatu jaringan komputer adalah membawa informasi secara tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju kesisi penerima (receiver) melalui media komunikasi.
Ada beberapa hal yang masih dirasa menjadi kendala, yaitu :
1. Masih mahalnya fasilitas komunikasi yang tersedia dan bagaimana memanfaatkan jaringan komunikasi yang ada secara efektif dan efisien.
2. Jalur transmisi yang digunakan tidak benar – benar bebas dari masalah gangguan (noise).


Jenis Jaringan Komputer

Berdasarkan jarak dan area kerjanya jaringan komputer dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :

1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai sumberdaya (resource, misalnya printer) dan saling bertukar informasi bersama-sama.
Dengan memperhatikan kecepatan transmisi data, maka LAN dapat digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu :
a. Low Speed PC Network
Kecepatan transmisi data pada Low Speed PC Network kurang dari 1 Mbps dan biasanya diterapkan untuk personal computer. Contoh dari jenis ini adalah Omninet oleh Corvus Systems (network bus), Constalation oleh Corvus Systems (star network), Apple talk oleh Apple Corporation.
b. Medium Speed Network
Kecepatan transmisi data pada Medium Speed Network berkisar antara 1 – 20 Mbps dan biasanya diterapkan untuk mini komputer. Contoh dari jenis ini adalah Ethernet oleh Xerox, ARC Net oleh Datapoint Corporation, Wangnet oleh Wang Laboratories.
c. High Speed Network
Kecepatan transmisi data pada High Speed Network lebih dari 20 Mbps dan biasanya diterapkan untuk mainframe computer. Contoh dari jenis ini adalah Loosely Coupled Network oleh Control Data Corporation, Hyper Channel oleh Network System Corporation.

2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optik, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain. WAN biasanya lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN.


Pemodelan Layer Pada Jaringan Komputer

1. Model Jaringan 7 OSI Layer

Pemodelan layer OSI (Open System Interconnection) merupakan pemodelan yang pertama kali digunakan di dalam jaringan komputer dan ditetapkan oleh ISO (International Standard Organization). Pemodelan layer ini menjadi pedoman di dalam jaringan komputer sejak awal jaringan komputer tercipta.



Secara konseptual , pada pemodelan layer OSI terdapat tujuh buah layer didalamnya. Ketujuh buah layer ini memiliki fungsi masing-masing di dalam jaringan komputer. Pada setiap layer, paket data dikirimkan memiliki sebutan nama yang berbeda.
  • Physical Layer: Merupakan layer di lapisan pertama (terbawah) pada pemodelan layer OSI. Sesuai dengan namanya , lapisan (layer) ini lebih banyak menangani perangkat fisik (hardware) pada jaringan komputer. termasuk didalamnya  pengolahan sinyal, baik digital maupun analog.
  • Data Link Layer: Merupakan layer di lapis kedua dan berada satu lapis diatas Physical Layer. Data Link Layer memiliki fungsi penting di dalam jaringan komputer, khususnya terkait dengan kontrol data dan kesalahan, pengalamatan fisik, serta dengan perangkat keras dan perangkat lunak.
  • Network Layer: Merupakan layer di lapis ketiga dan berada satu lapis diatas  Data Link Layer. Network Layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Salah satu contohnya yaitu membantu di dalam mendefinisikan alamat komputer di dalam jaringan melalui tatap muka sistem operasi  dan aplikasi.
  • Transport Layer: Merupakan layer dilapis keempat (di atas network layer) dan berada atu lapis diatas network layer. Transport layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Salah satu contohnya yaitu, untuk membantu memecah paket data ke dalam beberapa unit paket data, sehingga memudahkan di dalam pengantaran (transport) ke komputer penerima.
  • Session Layer: Merupakan layer di lapis kelima dan berada di atas Transpot Layer. Sesuai dengan namanya , Session Layer memiliki sejumlah fungsi penting terkait dengan sesi penting di dalam jaringan komputer. Salah satu contohnya yaitu bertanggung jawab di dalam menangani sesi untuk pendefinisian dan pembuatan (setup) koneksi antar dua buah komputer atau lebih, di dalam proses komunikasi dan pertukaran data di dalam jaringan komputer.
  • Presentation Layer: Merupakan layer di lapis keenam yang berada di atas session layer. Sesuai dengan namanya, presentation layer bertugas menerjemahkan data yang ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan oleh jaringan komputer.Penerjemahan data yang ditransmisikan oleh perangkat lunak di dalam jaringan komputer ke dalam format standar yang dapat dipahami oleh komputer penerima maupun entitas lainnya di dalam jaringan komputer.  
  • Application Layer: Merupakan layer di lapis ketujuh (teratas). Application layer memiliki sejumlah fungsi penting di dalam jaringan komputer. Salah satu contohnya yaitu, mendefinisikan spesifikasi aplikasi untuk dapat berkomunikasi di dalam jaringan komputer dan sebgai antar muka (interface) aplikasi dengan jaringan. 

2. Model Jaringan TCP / IP 4 Layer

TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. 


Application Layer : layer ini berfungsi memberikan service kepada pengguna jaringan. Berikut adalah contohnya :
  • Telnet :Memberikan layanan berupa remote/access komputer dari jarak jauh.
  • FTP (File Transport Protocol) : Memberikan layanan berupa download dan upload file.
  • HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) : sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.
  • SNMP (Single Network Management Protocol) : Protokol yang digunakan untuk mengontrol dan memonitor peralatan jaringan, SNMP juga digunakan untuk management konfigurasi, mengatur performance, dan sistem keamanan.

Transport Layer : layer ini bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua komputer dan mengirimkan paket, protocol yang berperan pada lapisan ini adalah :
  • TCP (Transport Control Protocol) :  salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network (jaringan)
  • UDP (User Datagram Protocol) : salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. 

Internet Layer : lapisan ini berfungsi untuk mencari jalur terbaik untuk pengiriman paket data, memaketkan data dan memberikan alamat pada paket tersebut, melewatkan data antara network access layer dan host to host transport layer, routing datagram ke remote host protocol yang berperan pada lapisan ini adalah :
  • IP (Internet Protocol) : sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain,
  • ICMP (Internet Control Message Protocol) : protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan / paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP).
  • ARP (Address Resolution Protocol) : protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggung jawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address). ARP didefinisikan di dalam RFC 826.  

Network Access Layer : lapisan ini berfungsi untuk mengirim dan menerima dari dan ke media fisik
  • Merupakan layer terbawah dari model TCP/IP
  • Menyediakan sarana sistem untuk mengirim data

3. Model Jaringan TCP / IP 5 Layer



Physical Layer : lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.

Data Link Layer : Data link layer pada pemodelan layer TCP/IP versi Forouzan memiliki definisi dan fungsionalitas yang sama dengan data link (network access/link layer) pada pemodelan `TCP/IP versi umum. 

Network Layer : lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internet working yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
  • Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
  • Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
Transport Layer : lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
  • Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
  • Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.
Application Layer : lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol)  File Transfer Protokol (FTP) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. 


Referensi:

1. Handbook Jaringan Komputer, I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
2. Ebook Dasar – Dasar Jaringan Komputer, Andi Micro Edisi Revisi 2012.
3. Protokol Jaringan Komputer.pdf, Politeknik Negeri Semarang | Teknik Telekomunikasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Text Widget

Copyright © dreamonz | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com